Kabarindoraya.com  | Bogor – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) 2026 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (12/3/2026). Forum tahunan ini menjadi momentum penting bagi organisasi kepanduan tersebut untuk merumuskan program kerja strategis sekaligus memperkuat konsolidasi internal organisasi.

Kegiatan yang mengusung visi “Maju dan Bermaslahat” ini dihadiri jajaran pengurus Kwarcab, unsur Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), serta perwakilan kwartir ranting dan satuan karya. Rakercab juga menjadi wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus penyusunan arah program Gerakan Pramuka Kota Bogor untuk tahun 2026 serta rekomendasi kebijakan pada 2027.


Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Bogor yang juga Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan Gerakan Pramuka harus selaras dengan arah pembangunan Kota Bogor. Menurutnya, organisasi kepanduan tersebut memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda sekaligus mendukung agenda pembangunan daerah.

“Pramuka Kota Bogor tidak sekadar hadir sebagai organisasi, tetapi harus tertata dengan baik, berdaya guna, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Dedie A. Rachim saat membuka Rakercab.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara visi pembangunan daerah “Bogor Beres, Bogor Maju” dengan semangat “Pancawaluya Ngajati” yang diusung Kwartir Daerah Jawa Barat. Menurut Dedie, kolaborasi tersebut dapat memperkuat peran Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter, mandiri, serta memiliki kepedulian sosial tinggi.


Selain membahas agenda kerja organisasi, Rakercab Kwarcab Kota Bogor juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus badan kelengkapan Kwarcab untuk masa bakti 2025–2030. Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi sejumlah struktur organisasi yang sebelumnya masih kosong.

Badan kelengkapan yang dilantik meliputi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab), Pusat Penelitian dan Pengembangan Cabang (Puslitbangcab), Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Dewan Kehormatan, Badan Administrasi dan Urusan Keuangan (BAUK), Pramuka Peduli, hingga Satuan Pengawas Internal (SPI).

Dedie menilai keberadaan badan-badan tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas organisasi. Ia menyebut Pusdiklatcab sebagai pusat pembinaan sumber daya pembina Pramuka, sementara unit lain berfungsi memperkuat tata kelola organisasi dan pengabdian sosial kepada masyarakat.


“Saya berharap seluruh badan kelengkapan dapat menjalankan tugas dengan dedikasi, tanggung jawab, dan semangat pengabdian,” kata Dedie.

Menurutnya, Gerakan Pramuka harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Oleh karena itu, ia meminta agar program kerja yang disusun dalam Rakercab tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga konkret dan inovatif.