Kabarindoraya.com | Pandeglang, –Kisah haru mewarnai keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Pandeglang tahun 2026. Syifa Khaerunnisa (18), warga Kecamatan Pagelaran, tercatat sebagai calon jemaah haji termuda di Kloter 13.
Syifa berangkat ke Tanah Suci menggantikan almarhumah ibundanya yang meninggal dunia sebelum sempat menunaikan ibadah haji.
Warga Kampung Kadu Parasi, Desa Margasana, Kecamatan Pagelaran itu akan berangkat bersama sang ayah, Ahmad Matin. Awalnya, Ahmad dijadwalkan berangkat bersama istrinya. Namun, rencana tersebut berubah setelah istrinya meninggal dunia karena sakit.
“Awalnya yang terdaftar berangkat itu istri saya. Tapi karena sakit lalu meninggal dunia, akhirnya kami mengurus proses pengalihan porsi ke Kementerian Agama agar bisa digantikan oleh anak kami,” kata Ahmad Matin kepada wartawan, Jumat (8/5/2026) malam.

Ahmad menjelaskan, proses pengalihan porsi haji tersebut sudah diurus sejak 2021. Setelah melalui proses administrasi, Syifa akhirnya resmi masuk daftar keberangkatan haji tahun ini.
Ia mengaku bersyukur masih bisa menunaikan ibadah haji meski tidak lagi bersama istrinya seperti rencana awal.
“Kalau ditanya perasaan, tentu campur aduk. Ada rasa sedih karena teringat almarhumah istri, tapi juga bersyukur karena sekarang bisa berangkat bersama anak,” ujarnya.
Sementara itu, Syifa mengaku senang sekaligus gugup menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci.
“Senang pastinya, tapi juga deg-degan karena ini pengalaman pertama dan takut ada kesalahan saat menjalankan ibadah,” ungkap Syifa.
Syifa mengatakan dirinya mulai melakukan persiapan intensif setelah namanya resmi tercantum dalam manifest keberangkatan jemaah haji. Bersama ayahnya, ia mengikuti manasik haji yang digelar Yayasan Al-Falah.
