Kabarindoraya.com  | Serang –Ritual tahunan masyarakat Adat Kanekes atau Seba Baduy Kabupaten Lebak Provinsi Banten, akan kembali digelar pada 24–26 April 2026. Tradisi ini menjadi puncak dari rangkaian ritual sebelumnya, seperti Kawalu dan Ngalaksa.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Rohaendi, mengatakan Seba Baduy merupakan momen penting bagi masyarakat adat.

“Seba Baduy menjadi momen ketika ribuan warga adat dari Tanah Ulayat datang menghadap para pemimpin daerah, mulai dari Bupati Lebak, Bupati Pandeglang, hingga Gubernur Banten yang mereka sebut sebagai ‘Bapa Gede’,” ujar Rohaendi kepada wartawan, Rabu (22/4/2026) di kantornya.

Menurut dia, berbeda dengan ritual Baduy lainnya yang bersifat tertutup, Seba dapat disaksikan oleh masyarakat umum.

“Hal ini menjadikan Seba menarik dari sisi pariwisata. Pemerintah daerah juga menyambutnya dengan berbagai kegiatan, seperti diskusi budaya, hiburan, serta bazar produk khas Baduy dan UMKM,” katanya.

Rohaendi menjelaskan, rangkaian kegiatan akan dimulai pada Jumat (24/4/2026) malam dengan ritual Seba kepada Bupati Lebak. Selanjutnya, pada Sabtu (25/4/2026) pagi, masyarakat Baduy akan melaksanakan Seba ke Bupati Pandeglang.

Pada hari yang sama, sekitar pukul 15.30 WIB, rombongan dijadwalkan tiba di Gedung Negara setelah diserahkan dari Pemerintah Kabupaten Lebak kepada Pemerintah Provinsi Banten. Malam harinya, digelar ritual inti Seba kepada Gubernur Banten.

Dalam prosesi tersebut, masyarakat Baduy akan menyerahkan laksa serta hasil bumi lainnya sebagai bentuk penghormatan kepada pemerintah.

“Keesokan paginya, mereka mengikuti tradisi mumuluk atau santap pagi bersama Gubernur dengan hidangan laksa dan umbul pait yang memiliki makna simbolik dalam kepercayaan adat,” tutur Rohaendi.