Kabarindoraya.com | Tangerang — Puluhan media daring yang tengah menyoroti kasus dugaan korupsi di RSUD Tigaraksa menjadi korban serangan siber masif pada Rabu malam (13/8).

Serangan itu diduga dilakukan pihak tak bertanggung jawab melalui metode Distributed Denial of Service (DDoS), yang membuat sejumlah situs berita tak dapat diakses selama 32 jam 58 menit.

Pemimpin redaksi salah satu media yang terdampak mengungkapkan, gangguan mulai terjadi tak lama setelah mereka merilis laporan investigasi terkait dugaan penyalahgunaan anggaran pembangunan fasilitas medis di RSUD Tigaraksa.

“Sekitar pukul 21.00 WIB, kami mulai menerima lonjakan trafik yang tidak wajar. Server langsung overload dan website lumpuh total. Jelas ini serangan terencana,” ujarnya.

Tim IT internal bersama penyedia layanan hosting bergerak cepat memblokir ribuan alamat IP asing yang terdeteksi mengirim permintaan berlebihan secara simultan.

Hingga Kamis pagi, layanan situs kembali normal, meski tim teknis tetap siaga memantau potensi serangan susulan.

Ahli: Serangan untuk Bungkam Pemberitaan Sensitif

Praktisi keamanan siber, Ahmad Rosidi Helmi menegaskan bahwa serangan DDoS sering digunakan untuk membungkam media yang memberitakan isu sensitif.

“Serangan ini tidak bertujuan mencuri data, tapi mengacaukan layanan agar publik tidak bisa mengakses informasi. Motifnya jelas: menghalangi transparansi,” katanya.