Kabarindoraya.com  | Jakarta – Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir, memberikan tanggapan yang sangat tajam dan mendalam merespons curahan hati Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang. Menurutnya, terdapat kontradiksi yang sangat mencolok antara apa yang dituliskan di media sosial dengan perilaku nyata yang ditunjukkan selama ini.

Mukhsin menilai sangat ironis ketika seseorang yang mengaku meneteskan air mata melihat penderitaan rakyat, namun di sisi lain justru menutup rapat pintu dialog dan kebenaran.

"Saya membaca tulisan beliau, dan saya melihat ada pertentangan yang sangat besar. Di satu sisi beliau menangis, merasa sedih melihat anak-anak Papua, dan menuding ada oknum serakah di sekitar Pak Prabowo. Tapi di sisi lain, perilaku beliau sendiri justru menjadi tembok penghalang kebenaran," ujar Mukhsin dengan tegas, Jumat (1/5/2026).

Alergi Kritik dan Suka Memblokir

Mukhsin menyoroti bahwa Nanik Deyang dikenal sangat tertutup. Beliau dinilai alergi terhadap pertanyaan kritis, tidak kooperatif, dan bahkan tidak segan-segan memblokir akun wartawan, aktivis, maupun siapa saja yang berani menanyakan detail atau mengkritik jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Ini yang tidak masuk akal. Kalau memang hati beliau sebersih yang dituliskan, kenapa harus takut ditanya? Kenapa harus memblokir wartawan yang sedang menjalankan tugas mencari kebenaran? Justru dengan memblokir dan menghindar, itu tandanya beliau tidak transparan dan seolah-olah ada yang ditutup-tutupi," tegas Mukhsin.

Ironi Tupoksi Komunikasi Publik

Lebih jauh, Mukhsin menyoroti fakta bahwa salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Nanik Deyang adalah mengurusi bidang investigasi dan Komunikasi Publik. Namun sayangnya, apa yang ditampilkan di media sosial justru sangat bertolak belakang dengan etika pejabat publik.

"Sungguh kontras sekali. Beliau memegang tanggung jawab di bidang komunikasi, namun pemilihan kata yang digunakan seringkali tidak pantas, bahkan cenderung kasar. Beliau juga kerap menuding tim internalnya sendiri di ruang publik," ungkap Mukhsin.