Kabarindoraya.com | Bogor - Warga Kampung Parakan, Desa Tamansari Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor melakukan aksi protes terhadap penutupan akses jalan lingkungan oleh pihak pengembang perumahan KBRI.
Salah seorang warga Desa Tamansari mengirim narasi protes ke akun Tiktok milik Bangbang Fery mempertanyakan penutupan akses jalan lingkungan tersebut.
Warga pun mengaku, tidak pernah mendapatkan sosialisasi resmi terkait perubahan status atau pemanfaatan tanah carik yang saat ini menjadi fasilitas umum warga.
"Kami mempertanyakan keabsahan proses peralihan lahan desa ke pengembang. Kami juga minta agar aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh," kata warga yang namanya enggan disebutkan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa lahan yang selama ini tercatat sebagai tanah kas desa diduga telah berpindah penguasaan ke pengembang perumahan KBRI. Namun hingga kini, belum ada penjelasan terbuka kepada publik mengenai mekanisme pelepasan, bentuk kerja sama, maupun dasar hukum yang digunakan.
Padahal, sesuai ketentuan perundang-undangan, tanah kas desa merupakan aset desa yang pengelolaannya tidak bisa dilakukan secara sepihak dan harus melalui mekanisme yang ketat, termasuk persetujuan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta izin dari pemerintah daerah.

“Kalau memang ada kerja sama atau pelepasan hak, harus jelas. Ada musyawarah desa atau tidak? Ada persetujuan BPD atau tidak? Ini menyangkut aset milik masyarakat,” ujar salah satu tokoh warga lainnya yang mengirim narasi ke akun Tiktok milik Bangbang Fery.
Selain minta aparat penegak hukum turun tangan, warga juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor dan instansi terkait untuk melakukan audit administrasi dan pemeriksaan lapangan guna memastikan, apakah prosedur alih penguasaan tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku atau justru menyalahi mekanisme.
"Memang benar ada narasi warga Kampung Parakan Desa Tamansari yang masuk ke akun Tiktok saya. Warga protes terhadap akses jalan lingkungan yang ditutup pengembang perumahan KBRI. Warga juga mempertanyakan proses peralihan lahan kas desa yang saat ini digunakan untuk jalan lingkungan dengan pihak pengembang, karena warga merasa tidak pernah ada sosialisasi atau pemberitahuan baik dari desa maupun pengembang," papar pemilik akun Tiktok Bangbang Fery saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (3/3/2026).
Hingga berita diturunkan belum ada keterangan dari pihak pemerintah desa maupun pengembang perumahan KBRI.

.png)