Kabarindoraya.com | Jakarta - Sore itu Jakarta sedang bersahabat. Setelah berminggu-minggu diguyur gerimis yang datang nyaris setiap hari, langit akhirnya terang. Di lantai atas sebuah gedung hotel di Jalan Kiai Tapa, Jakarta Barat, Aulia Masjhoerdin duduk santai di ruang kerjanya yang ditata modern. Di luar jendela, lalu lintas Grogol mengalir padat seperti biasa.
“Ini namanya ngabuburit,” katanya sambil tersenyum. Adzan magrib tinggal sekitar satu jam lagi.
Kami lalu berpindah ke restoran hotel. Para tamu mulai berdatangan untuk berbuka puasa. Aulia menyapa satu-dua pegawai yang lewat. Sikapnya cair. Tanpa jarak.
Nama lengkapnya Sutan Aulia Masjhoerdin. Namun di kartu nama ia menyingkatnya menjadi S. Aulia Masjhoerdin. Hampir semua orang memanggilnya Aulia. Ia kini menjabat General Manager Aston Kartika Grogol Hotel.
Perbincangan dengan Aulia mengalir cepat. Ia berbicara lugas, ramah, dan sesekali diselingi tawa. Cara ia menjawab pertanyaan juga cekatan, memperlihatkan satu sisi lain dari sosok yang telah puluhan tahun berkecimpung di industri perhotelan: cerdas membaca situasi.
*Besar di Australia*
Meski bernama Minangkabau, masa kecil Aulia tidak dihabiskan di Indonesia.
“Saya sebenarnya orang Sumatera Barat,” ujarnya. “Tapi saya dibesarkan di Australia.”
Selama sekitar 25 tahun, hidupnya berada di Negeri Kanguru itu. Ia bahkan mengaku tak pernah mengenyam pendidikan formal di Indonesia. Semua jenjang sekolah ia tempuh di Australia.

.png)