Kabarindoraya.com | Bogor - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mendorong pentingnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya optimalisasi pencatatan data kesehatan secara digital.
Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Gerakan Deteksi Dini Kanker yang merupakan rangkaian kegiatan dari Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat Kota Bogor.
Dedie Rachim menyampaikan bahwa kegiatan CKG yang diinisiasi oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) ini adalah bagian penting dari implementasi Asta Cita dan visi misi Bogor Sehat.
Ia menyoroti pentingnya pencatatan data para pendaftar agar terdata dengan baik untuk nanti bisa digitalisasi agar menjadi data informasi yang akan dijadikan sebagai landasan penentuan kebijakan Kota Bogor ke depannya.
“Meskipun pelaksanaan CKG ini bukan di puskesmas atau rumah sakit, tetapi hal ini harus tercatat dengan baik, agar dapat digitalisasi sehingga kita bisa tau hasilnya. Namun, jangan khawatir, data yang kami peroleh ini sifatnya tetap rahasia,” jelas Dedie Rachim di Plaza Balai Kota Bogor, Sabtu (26/7/2025).
Dedie Rachim juga menyampaikan capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Bogor yang menurun dari 98 persen menjadi 79,4 persen karena terkendala oleh efisiensi.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk aktif berkontribusi dalam mempertahankan cakupan layanan kesehatan melalui iuran BPJS mandiri.
“Saya ingatkan untuk terus membayar BPJS mandiri, jangan menunggu dari sumber-sumber keuangan yang lain. Dengan begitu nantinya akan meningkatkan tingkat UHC Kota Bogor,” ucapnya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), warga Kota Bogor masih kurang dalam konsumsi buah dan sayur serta aktivitas olahraga. Hal ini dapat menjadi salah satu pemicu kanker, sehingga ia mengajak masyarakat agar rajin mengonsumsi buah dan sayur.

.png)