Kabarindoraya.com | Kota Bogor, Selasa, 15/7/25. - Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Buya Ilham Chaidir, M.Kes mempersembahkan Rancangan Proyek Perubahan yang revolusioner. Melalui layanan Telemedicine bernama RUMAHKOE (Rumah Sakit Melalui Konsultasi Online), RSUD Kota Bogor berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan bagi pasien jantung. Inisiatif ini bertujuan memberikan akses yang lebih baik dan efisien bagi masyarakat dalam mendapatkan perawatan kesehatan.

Diharapkan, melalui layanan telemedicine ini, Net Death Rate (NDR) di ruang ICVCU dapat diturunkan menjadi 30 persen dalam dua tahun setelah implementasi rancangan perubahan ini. Menurut data, NDR di ruang ICVCU RSUD Kota Bogor mencapai 36 pada tahun 2024. 

"Jantung merupakan salah satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2024, dengan angka kematian yang tinggi disebabkan oleh terbatasnya akses terhadap layanan rumah sakit." ujar Buya Ilham.

Dengan penerapan telemedicine RUMAHKOE, waktu tunggu pasien diperkirakan akan berkurang menjadi 60 menit, sesuai dengan standar BPJS Kesehatan. Saat ini, rata-rata waktu tunggu pasien BPJS di RSUD Kota Bogor untuk poli jantung dan pembuluh darah tercatat mencapai 2 jam 49 menit, dengan jumlah antrian mencapai 647 pasien.

Layanan telemedicine ini juga akan memudahkan pasien jantung yang tinggal jauh dari RSUD Kota Bogor, memberikan akses kesehatan yang lebih mudah dan terjangkau.

Dokter yang penuh Inovasi berani ini populer dengan sapaan Buya Ilham ini juga menambahkan, 

"bahwa layanan telemedicine RUMAHKOE akan terintegrasi dengan aplikasi Palma yang telah diterapkan di RSUD Kota Bogor. 

Dengan integrasi ini, layanan ini tidak akan menambah biaya," imbuh Ilham.

Segmentasi pasien yang menjadi target layanan ini adalah pasien umum, karena saat ini layanan telemedicine belum sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.