Kabarindoraya.com | Jasinga - Malam kelabu menyelimuti Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, ketika banjir bandang menerjang pada Sabtu (18/4). Derasnya arus air merobohkan jembatan dan merusak sedikitnya lima rumah warga, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat yang selama ini hidup tenang di tepian sungai.
Di Kampung Pangaur RT 01 dan 02, rumah milik Satiri dan Suhe seorang lansia hancur parah. Keduanya kini harus mengungsi ke rumah kerabat, meninggalkan kenangan dan harapan yang runtuh bersama bangunan mereka. Tiga rumah lain pun tak lagi layak huni, namun para penghuninya tetap bertahan karena keterbatasan pilihan.
Meski duka begitu nyata, semangat warga tak padam. Sekretaris Desa Pangaur, Agus Hapipuddin, menegaskan bahwa pihak desa terus memberikan dukungan moril agar masyarakat tidak kehilangan harapan. “Kami terus memberikan semangat dan dukungan kepada warga agar tidak putus asa,” ujarnya.
Di tengah keterpurukan, gotong royong menjadi cahaya. Warga Kampung Nagreg bahu-membahu membangun jalur darurat melintasi persawahan sebagai pengganti jembatan yang putus. Bantuan material dari berbagai pihak membuat pekerjaan ini perlahan terwujud, menjadi simbol ketangguhan masyarakat desa.
Namun, hingga kini belum ada kepastian bantuan untuk perbaikan rumah warga. Pemerintah desa berharap perhatian lebih dari pihak terkait agar hunian layak segera bisa diwujudkan. “Untuk bantuan rumah belum ada yang pasti. Mudah-mudahan ke depan ada solusi agar rumah warga bisa diperbaiki,” tambah Agus.
Banjir bandang ini bukan sekadar bencana alam, melainkan ujian solidaritas. Di balik reruntuhan, warga Pangaur menunjukkan bahwa kekuatan sejati lahir dari kebersamaan. Harapan mereka sederhana: rumah yang kembali berdiri, dan kehidupan yang bisa berjalan normal lagi.

.png)