Kabarindoraya.com  |  Samosir  -  Pemerintah Kabupaten Samosir menunjukkan komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang merupakan salah satu Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, turun langsung ke lahan bersama petani menanam bibit bawang putih bantuan Kementerian Pertanian RI di Dusun II Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, Kamis (30/04/2026).

Di tengah hamparan lahan pertanian, Vandiko tampak membaur dengan Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo dan Kelompok Tani Lamtama yang menjadi penerima bantuan. Tanpa sekat, Bupati Samosir  ikut menanam bibit, berdialog, sekaligus memberi semangat kepada para petani. Kehadiran langsung ini menjadi simbol kuat bahwa program pertanian tidak hanya berhenti pada kebijakan, tetapi diwujudkan hingga ke tingkat lapangan.

Sebanyak 16 ton bibit bawang putih disiapkan untuk ditanam pada lahan seluas 20 hektare. Penanaman ini merupakan jawaban nyata Pemkab. Samosir  atas dukungan pemerintah pusat dalam mendorong Samosir sebagai salah satu sentra bawang putih di Sumatera Utara bahkan nasional.

Vandiko menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Presiden RI melalui Asta Cita, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional khususnya Komoditi bawang putih. Ia mengungkapkan bahwa peluang tersebut terbuka setelah dirinya melakukan komunikasi langsung dengan Kementerian Pertanian.

“Samosir disebut sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar, bahkan dinilai lebih unggul. Ini menjadi peluang yang harus kita jawab dengan kerja nyata,” ujar Vandiko.

Lebih lanjut Vandiko menyampaikan, kepercayaan dari pemerintah pusat dibuktikan dengan keseriusan, terlihat dari cepatnya realisasi bantuan, mulai dari bibit hingga alat pertanian berupa traktor, bahkan saat ini disertai pendampingan dan keterlibatan peneliti dari BRIN.

“Program ini tidak main-main. Sehabis pertemuan dengan Menteri Pertanian,  bantuan bibit dan traktor sudah dikirimkan ke Samosir.  Kita harus manfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan petani,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Vandiko juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam mendampingi petani. Ia meminta agar setiap kendala di lapangan segera dicarikan solusi, sehingga target produksi dapat tercapai.

“Keberhasilan program ini ada di tangan petani. Kalau kita serius, bukan hanya swasembada, tetapi kita bisa menyuplai kebutuhan Sumatera Utara dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.