Kabarindoraya.com  | Jakarta   — Belum genap masa transisi pemerintahan berjalan mapan, riuh suksesi kepemimpinan 2029 justru mulai menggema. Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno yang memberikan garansi dukungan kepada Prabowo Subianto untuk maju dua periode, namun menggantung posisi Gibran Rakabuming Raka, memantik sorotan tajam publik.


Manuver tersebut dinilai menjadi sinyal awal ketidaksolidan internal pemerintahan, di tengah situasi nasional yang masih dibebani beragam persoalan krusial. Elite politik dianggap lebih sibuk memoles hasrat kekuasaan ketimbang membereskan tumpukan krisis kerakyatan.

Dukungan Prematur dan Sinyal Retak Koalisi


Dalam pernyataannya, Eddy Soeparno menegaskan PAN konsisten mendukung Prabowo Subianto hingga periode kedua. Namun, ia secara terbuka menyebut peluang Gibran Rakabuming Raka kembali mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029 masih terbuka dan belum dipastikan.

Politisi Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Denny Charter, menilai sikap PAN tersebut bukan sekadar pernyataan normatif, melainkan bentuk bargaining politik yang dilakukan terlalu dini.


“Ini sinyal kuat bahwa koalisi tidak sedang baik-baik saja. Membicarakan 2029 saat kabinet baru seumur jagung menunjukkan ego sektoral partai yang melampaui kepentingan kerja eksekutif. Dalam kalkulasi jangka panjang partai pendukung, posisi Gibran tampak mulai dipinggirkan,” ujar Denny kepada jurnalis.

Amnesia terhadap Persoalan Kerakyatan

Di tengah kegaduhan elite membicarakan kursi kekuasaan, realitas di tingkat akar rumput justru menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik. Pemerintah dinilai mengalami “amnesia” terhadap serangkaian persoalan nasional yang membutuhkan penanganan segera.


Sejumlah krisis yang mencuat di daerah dinilai belum mendapatkan perhatian memadai. Di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh hingga wilayah lain bencana banjir bandang dan longsor telah melumpuhkan ekonomi lokal serta menelan korban jiwa. Hingga kini, skema rekonstruksi permanen bagi para pengungsi masih belum menunjukkan kejelasan.