Kabarindoraya.com | Bogor- Sejumlah pengendara mengeluhkan kondisi jalan berlubang di wilayah Kabupaten Bogor yang hingga kini belum mendapat penanganan. Keluhan ini muncul di bulan Ramadhan 1447 Hijriah, tepatnya Maret 2026, ketika intensitas hujan lebat memperparah kerusakan jalan.
Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah IV Ciampea, Yudhi Rahmawan, mengakui adanya kerusakan di jalur dari jembatan dekat lapangan tembak menuju Ciampea.
“Iya, yang dari jembatan dekat lapangan tembak ke arah Ciampea yang rusak,” ujarnya, Selasa (10/03/2026).
Menurut Yudhi, kerusakan berat akan diusulkan untuk rekonstruksi melalui mekanisme lelang proyek. Sementara itu, perbaikan tambal sulam masih menunggu proses pengadaan barang dan jasa sesuai jadwal yang telah direncanakan.
“Sedang diusulkan dulu perencanaannya. Untuk tambal sulam sedang menunggu proses pengadaan barang dan jasa. Nanti mengikuti jadwal yang sudah direncanakan,” tambahnya.
Untuk sementara, pihaknya memasang rambu peringatan di titik-titik rawan agar pengendara lebih waspada.
Keluhan Warga Sebelumnya, warga Kampung Padmon, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, juga menyampaikan keluhan serupa. Jalan di wilayah tersebut mengalami kerusakan cukup parah dengan permukaan berlubang dan tidak rata. Saat hujan turun, lubang tertutup genangan air sehingga membahayakan pengendara, terutama sepeda motor.
“Kalau hujan lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air. Pengendara sering kaget dan hampir jatuh,” ungkap seorang warga, Senin (09/03/2026).
Kerusakan jalan ini dinilai menghambat mobilitas warga, memperlambat distribusi barang, serta mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

.png)