Kabarindoraya.com | Bogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan upaya pemerataan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Bogor. Melalui Pemerintah Kecamatan Gunung Putri resmi meluncurkan program INJAK KAKI Sekolah (Inisiatif Pendataan Pendidikan Kunjungan Langsung ke Sekolah), sebuah terobosan untuk menjawab tantangan minimnya data akurat terkait kondisi pendidikan di wilayahnya.

Program yang digagas sebagai kontribusi terhadap pencapaian SDGs poin ke-4: Pendidikan Berkualitas ini, berfokus pada pendataan langsung ke satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMP. Langkah ini menjadi jawaban atas perencanaan pendidikan yang selama ini kerap hanya mengandalkan data sekunder tanpa verifikasi di lapangan.

Program INJAK KAKI pun menuai dukungan luas. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan siap menggunakan hasilnya sebagai rujukan penyusunan program dan kebijakan pendidikan ke depan.

Koordinator program, Sri Mastuti menjelaskan, kegiatan pendataan dimulai sejak Agustus dan akan berlangsung hingga November 2024. Tim lapangan terdiri dari gabungan petugas kecamatan, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat. Mereka melakukan observasi menyeluruh mengenai kondisi sarana-prasarana, kebutuhan tenaga pendidik, hingga aksesibilitas fisik ke sekolah.

“Lewat INJAK KAKI, kami tidak ingin ada lagi sekolah yang luput dari perhatian hanya karena datanya tak tercatat. Kami datang langsung, melihat, mencatat, dan berkomitmen untuk mengadvokasikannya,” ujar Sri Mastuti.

Ia mengungkapkan, beberapa temuan penting pun mulai terungkap. Banyak PAUD dan TK mengalami keterbatasan pada fasilitas bermain dan sanitasi. Di sisi lain, SD dan SMP menghadapi tantangan seperti kekurangan guru mata pelajaran, keterbatasan alat pembelajaran, hingga belum memadainya jaringan internet dan ruang laboratorium.

“Yang membedakan program ini adalah pendekatannya yang partisipatif dan berbasis komunitas. Perangkat desa dan tokoh masyarakat dilibatkan dalam proses validasi data, menjadikannya sebagai mitra aktif, bukan hanya objek pembangunan,” ungkapnya.

Sri melanjutkan, seluruh data yang terkumpul akan diolah melalui platform digital berbasis daring, untuk memastikan proses pengelolaan data yang terbuka dan dapat diakses oleh pemangku kepentingan terkait, termasuk Dinas Pendidikan.

“Kredibilitas data sangat penting. Kami ingin data ini benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan sehingga menjadi dasar kebijakan yang berpihak,” kata Sri.

Ia menambahkan, dengan semangat kolaborasi, transparansi, dan keadilan, INJAK KAKI diharapkan menjadi contoh praktik baik yang dapat ditiru kecamatan lain di Kabupaten Bogor. Sebab pendidikan yang merata dan berkualitas tak bisa dibangun hanya dengan niat baik, tapi harus dimulai dari data yang akurat dan tindakan nyata.(Tubagus Arief)