Kabarindoraya.com | Pandeglang – Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang, Kamis (18/6/2026). Mereka menyoroti proses rekrutmen Mitra Statistik BPS Tahun 2026 yang diduga sarat praktik titip-menitip.
Massa menduga sejumlah peserta yang dinyatakan lolos dalam rekrutmen tersebut merupakan "orang titipan" dari pihak tertentu. Dugaan itu menjadi salah satu tuntutan yang disampaikan dalam aksi di depan Kantor BPS Pandeglang, kawasan Pertigaan Cipacung.

Dalam orasinya, koordinator aksi, Badru Zaman, meminta BPS menindak tegas oknum yang diduga bermain dalam proses seleksi.
“Pecat oknum BPS yang meloloskan titipan dari oknum partai politik. BPS jangan menjadi sarang praktik titip-menitip dalam rekrutmen petugas sensus dan mitra statistik,” tegas Badru.
Menanggapi tudingan tersebut, Kepala BPS Pandeglang, Achmad Widijanto, membantah adanya praktik titip-menitip dalam proses rekrutmen Mitra Statistik.
Menurutnya, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara digital melalui sistem yang telah ditetapkan, sehingga tidak ada ruang untuk intervensi pihak tertentu.

“Tidak ada titip-menitip. Mungkin banyak yang merasa sudah mendaftar tetapi tidak lolos. Pendaftaran dilakukan langsung melalui aplikasi. Kami tidak menerima berkas fisik karena seluruh proses dilakukan secara online dan berbasis sistem,” kata Achmad saat dikonfirmasi di kantornya.
Ia menegaskan, penentuan peserta yang lolos seleksi dilakukan berdasarkan mekanisme dan hasil penilaian yang telah diatur dalam sistem rekrutmen BPS.
