Kabarindoraya.com | Tangerang Selatan — Saat sebagian orang menghitung hari untuk mudik, para perantau yang tergabung dalam Forum Komunikasi Jeme Semende (FKJS) memilih cara berbeda menyambut Ramadhan 1447 Hijriah. Mereka tidak pulang kampung. Sebaliknya, mereka turun ke jalan—membagikan 500 paket takjil gratis kepada masyarakat di Jalan Raya Bogor, Minggu (1/3/2026).
Di tengah padatnya arus kendaraan menuju arah Bogor, anggota FKJS berdiri di tepi jalan, menyapa para pengendara dengan senyum dan paket makanan berbuka. Takjil berupa makanan berat dan air mineral itu disiapkan secara swadaya oleh para anggota.

Ketua FKJS, M. Tajam Teguh, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus cara menjaga kebersamaan di tanah rantau.
“Ramadhan di perantauan tentu terasa berbeda. Tidak semua dari kami bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Maka kami memilih berbagi sebagai cara merawat kebersamaan,” ujarnya.
Darurat Infrastruktur Lebak! Monopoli Jabatan Plt Kadis PUPR Berujung Proyek Gagal Total
Menurut Teguh, sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka—termasuk pekerja lapangan dan pengemudi ojek online yang kerap tak sempat berbuka di rumah.
“Ini murni bentuk kepedulian kami. Kami ingin kehadiran perantau juga memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Antusiasme warga terlihat jelas. Sejumlah pengendara motor berhenti sejenak untuk menerima takjil.
“Alhamdulillah, sangat membantu. Kadang kami masih di jalan saat adzan magrib,” ujar seorang pengemudi ojek online.
Dewan Pembina FKJS, Tarmin Joyono, menegaskan bahwa Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial.
“Berbagi itu tidak harus menunggu kaya. Yang penting ada niat dan kepedulian,” katanya.

.png)