Kabarindoraya.com | Bogor Barat -Tambang Bogor Barat, Antara Nafkah Rakyat dan Isu Lingkungan Panggung Perlawanan
Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, menjadi saksi ribuan wajah penuh keresahan. ribuan warga dari Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang berdiri berjam-jam di bawah terik matahari. Mereka menuntut satu hal sederhana: hak untuk hidup layak. Penutupan tambang sejak tujuh bulan lalu telah mengubah denyut ekonomi Bogor Barat menjadi sunyi.
Kehilangan yang Nyata Dampak penutupan tambang bukan sekadar angka statistik.
- Sopir truk kehilangan setoran harian.
- Buruh tambang pulang tanpa kepastian.
- Warung nasi gulung tikar.
- Anak-anak TK terancam berhenti belajar karena orang tua tak mampu membayar.
“Sudah tujuh bulan rakyat menunggu kepastian. Pemerintah harus hadir, bukan abai. Ini soal isi perut dan keberlangsungan hidup,” tegas Dani Murdani, pemuda asal Batuajar, Cigudeg, yang kini menjadi suara lantang masyarakat lewat Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin, Parungpanjang (AMCRP).
Tuntutan yang Menggema AMCRP menuntut :
