Kabarindoraya.com | SERANG, –Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, data yang akurat menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Dimyati saat menerima kunjungan Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana beserta jajarannya, Kamis (7/5/2026).
"Kalau yang disampaikan BPS dalam setiap rilis triwulan itu kan hanya data gambaran umum. Tapi dalam diskusi, saya minta disampaikan secara terperinci sehingga kita bisa memilih sektor mana yang membutuhkan penanganan cepat dan sektor mana yang butuh penanganan berkelanjutan," kata Dimyati.
Menurutnya, kolaborasi antara Pemprov Banten dan BPS dapat diperkuat melalui pertemuan rutin antarlembaga. Ia bahkan mengusulkan forum diskusi dilakukan setiap bulan agar tercipta kesamaan data yang detail dan terukur.

Dimyati menilai, di tengah kondisi efisiensi anggaran dan dinamika geopolitik saat ini, kebutuhan terhadap data yang akurat menjadi semakin penting. Sebab, setiap program pemerintah daerah harus disesuaikan dengan kondisi APBD serta mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Makanya, saya tidak ingin hanya mendapatkan laporan begitu saja. Tapi harus riil dan dapat dipertanggungjawabkan. Apakah pertumbuhan ekonomi itu benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk angka pengangguran yang berkurang, inflasi, dan sebagainya," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dimyati juga mengikuti simulasi Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Ia menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan petugas BPS.
Dimyati pun mengimbau masyarakat Banten untuk memberikan jawaban secara jujur dan transparan dalam sensus tersebut.
"Karena kerahasiaan data itu akan terjamin," katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana menyambut baik usulan diskusi rutin bersama Pemprov Banten. Menurutnya, langkah itu dapat memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Satu Data Indonesia.

.png)