Kabarindoraya.com |Bogor - Keberadaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 01 Cigombong, Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor, menuai sorotan. Sebab, sekolah yang berada di Desa Watesjaya tersebut, terlihat kumuh dan tidak terawat.
Direktur advokasi masyarakat, Jangkar Pakuan Padjadjaran (JPP), Saleh Nurangga menyayangkan dengan kondisi SMPN 01 Cigombong yang terkesan kumuh. Padahal, sekolah yang berada diperbatasan antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi itu, menerima dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) nilainya bisa mencapai miliaran.
"Bisa dilihat mulai dari depan masuk sekolah, gedung sekolah terlihat kumuh dan seakan tidak pernah dilakukan perawatan. Belum lagi infrastruktur jalan didalam lingkungan sekolah, aspalnya dari dulu masih saja rusak dan sudah berlubang," katanya kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (22/04/2026).
Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki JPP, pada tahun 2025 dengan jumlah siswa sebanyak 1.385 anak SMPN 01 Cigombong menerima BOS sebesar Rp.1.800.500.000. Dengan rincian, pencairan dana BOS tahap satu pada tanggal 21 Januari 2025 sebesar Rp.900.250.000. Sedangkan untuk pencairan BOS tahap kedua tanggal 8 Agustus tahun 2025, sebesar Rp.900.250.000.
Saleh merinci, dari dana BOS tahun 2025 yang nilainya fantastis itu, ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan sarana prasarana sekolah dengan nilai mencapai ratusan juta.
Untuk tahap satu pencairan dana BOS, anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah nilainya sebesar Rp.117.359.000. Ditahap kedua pencairan dana BOS, nilai anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah lebih besar, yakni mencapai Rp.244.075.500.
"Bila melihat kondisi sekolah saat ini dengan anggaran yang dialokasikan di dana BOS untuk pemeliharaan sarana dan prasarana, baik tahap satu dan dua yang nilainya sebesar Rp.361.434.500, harusnya sudah menjadi pertanyaan bagi aparat penegak hukum (APH)," papar Saleh.
Sementara, saat didatangi ke SMPN 01 Cigombong, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 01 Cigombong, Mulyana sedang tidak ada di sekolah.
Bahkan Humas sekolah, Suhendi saat diminta keterangan nya soal anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang dialokasikan melalui BOS, tidak bisa menjawab dan terkesan menghindar.

.png)