Kabarindoraya.com | Bogor – Organisasi Kepemudaan "Gama Pena" Kabupaten Bogor bersama Komunitas "Perempuan Bersuara" melakukan analisa mendalam terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum tenaga pendidik di Sekolah Fathan Mubina, Banjar Sari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Kasus ini bermula sejak awal tahun 2023, ketika seorang guru berinisial "S" diduga mulai menunjukkan perhatian yang tidak wajar kepada seorang siswi korban berinisial "TKS". Awalnya, pelaku berinteraksi melalui media sosial dengan membalas story Instagram korban, memberikan pujian fisik, hingga menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi.

Karena status pelaku sebagai tenaga pendidik, korban pada awalnya menganggap hal tersebut sebagai bentuk keramahan biasa. Namun, komunikasi kemudian beralih ke aplikasi WhatsApp dengan intensitas yang semakin meningkat setiap harinya.

Modus Pemberian Hadiah untuk Membangun Ketergantungan

Pelaku diduga membangun kedekatan emosional atau yang dikenal sebagai grooming dengan cara memberikan sejumlah uang jajan sekitar Rp50.000 per hari. Tidak hanya itu, pelaku juga membelikan berbagai kebutuhan pribadi mulai dari skincare, pakaian, tas, sepatu, hingga memberikan telepon genggam.

Pemberian ini perlahan membuat korban merasa bergantung dan memandang pelaku layaknya sosok orang tua atau "ayah". Di balik kedekatan tersebut, pelaku mulai melontarkan komentar-komentar yang mengarah pada pelecehan, seperti membahas bagian tubuh secara tidak pantas hingga mengirimkan konten yang tidak senonoh.

Memaksa ke Tempat Penginapan dan Tekanan Emosional

Situasi semakin memprihatinkan ketika pelaku diduga datang ke rumah korban secara tiba-tiba dan membahas hal-hal pribadi dengan nuansa seksual. Pelaku juga beberapa kali mengajak korban pergi ke vila di kawasan Puncak maupun tempat penginapan.

Ketika korban berusaha menjaga jarak, pelaku justru melakukan tekanan emosional (manipulasi) sehingga korban merasa bersalah dan dianggap tidak tahu berterima kasih, disertai penggunaan panggilan yang tidak pantas antara guru dan murid.