Kabarindoraya.com | Bogor Barat - Sebanyak 45 kepala keluarga (KK) di Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, terdampak banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (18/4/2026). Namun hingga Rabu (22/4/2026), bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor baru menjangkau delapan keluarga.
Berdasarkan data Pemerintah Desa Pangaur, seluruh warga terdampak masih membutuhkan bantuan pascabencana. Akan tetapi, paket sembako yang disalurkan hingga saat ini baru berjumlah delapan paket, sehingga 37 KK lainnya belum menerima bantuan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf, menjelaskan bahwa keterbatasan distribusi bantuan disebabkan oleh banyaknya bencana yang terjadi secara bersamaan di sejumlah wilayah.
“Ini kan banjir, hujan, longsor, angin terjadi serentak. Minggu lalu ada di 16 kecamatan, kemudian meningkat menjadi 19 kecamatan. Jadi korban terdampaknya sangat banyak,” ujar Farid.

Ia menegaskan, penyaluran bantuan dilakukan dengan skala prioritas, dengan mengutamakan warga yang mengalami kerusakan rumah berat dan harus mengungsi. Dari total 45 KK terdampak di Desa Pangaur, delapan keluarga masuk kategori tersebut.
“Itu yang kita utamakan terlebih dahulu,” jelasnya.

Farid menambahkan, bantuan bagi warga dengan kerusakan ringan tetap akan diberikan secara bertahap, seiring proses penanganan di wilayah lain. Untuk rumah rusak berat, Dinas Sosial juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) guna menentukan skema bantuan lanjutan.
“Saat ini kami masih melakukan asesmen lanjutan untuk memastikan kebutuhan korban secara menyeluruh,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah FKBP, Elel, menyoroti belum meratanya penyaluran bantuan tersebut. Ia mengaku miris dan mempertanyakan kesiapan anggaran serta respons Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menangani bencana.
Menurutnya, dalam kondisi bencana tidak seharusnya ada perbedaan perlakuan terhadap korban, baik yang mengalami kerusakan berat maupun ringan.


.png)