Kabarindoraya.com  |- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengonfirmasi bahwa PT Krakatau Osaka Steel (KOS) resmi menghentikan aktivitas produksinya sejak April 2026.

Penutupan ini menjadi sinyal kuat bahwa industri baja nasional tengah menghadapi tekanan serius, terutama dari membanjirnya produk impor berharga murah.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri, menyampaikan bahwa kondisi tersebut tidak lepas dari melemahnya permintaan baja di dalam negeri, khususnya dari sektor konstruksi.

Di sisi lain, produsen baja lokal juga harus bersaing dengan produk impor, terutama dari China, yang dinilai memiliki keunggulan dari segi efisiensi biaya dan skala produksi.

“Kondisi ini menempatkan industri baja nasional pada posisi yang sulit. Di satu sisi, produsen dalam negeri berkomitmen menjaga kualitas produk, namun di sisi lain harus menghadapi tekanan harga dari produk impor yang lebih rendah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Penutupan operasional KOS mencerminkan tantangan struktural yang tengah dihadapi industri baja Indonesia.

Selain serbuan impor, berkurangnya anggaran pemerintah di sektor infrastruktur juga turut menekan permintaan baja domestik.

KOS sendiri diketahui telah mengalami kerugian sejak 2022, kondisi tersebut memburuk hingga mencapai puncaknya pada 2024, meskipun sebelumnya perusahaan sempat mencatatkan laba pada 2021.

Dalam laporan terakhir, perusahaan membukukan penjualan sebesar 25,3 miliar yen dengan kerugian bersih mencapai 1,3 miliar yen pada 2024.